Part 1 _ Pertemuan
Ini cerita tentang persahabatan gue sama Alvin_cowok yang
umurnya satu tahun lebih tua dari gue, tapi sama sekali nggak bersifat lebih
dewasa dari gue. Gue udah lama banget kenal sama si curut satu ini, saking
lamanya mungkin orang yang baru nikah bisa sampe punya cucu sedangkan kita
masih sahabatan. But that’s friendship
goal. Yeah.
Waktu itu gue usia gue masih sekitar 11 tahun dan gue duduk
dikelas 6 SD. Gue jadi peserta lomba kaligrafi di salah satu sekolah menengah
pertama Islam di daerah tempat gue tinggal. Gue inget gue selesai paling cepet
dalam satu ruangan itu, gue menyapu pandangan sambil memperhatiin hal-hal yang
nggak penting. Dari situ gue tau kalo tepat disebelah pengawas lomba ada
seorang anak laki-laki berseragam dan
memakai tag nama yang menggantung di lehernya. Gue simpulin kalo dia pasti
tergabung dalam OSIS atau semacamnya sehingga dia bertugas untuk membantu
panitia lomba dalam hal-hal ringan seperti mengisi absen, nyediain snack atau
dalam bahasa belandanya, kacung…
Anak laki-laki yang duduk disebelah pengawas lomba tadi
semacam punya daya tarik untuk diperhatiin yang gue sendiri nggak tau apa.
Padahal sewaktu gue liat, anak ini lagi bengong dengan muka bego sambil
mengayun-ayunkan kakinya di bawah meja.
Beberapa menit kemudian, batas waktu lomba yang gue ikutin
pun selesai. Gue lihat Ana ( temen gue yang ikut lomba lain ) berdiri nyengir
di samping pintu nungguin gue. Gue hendak nyamperin dia sebelum akhirnya gue
memutuskan untuk bertanya pada anak laki-laki tadi yang tiba-tiba udah jalan
nyebelahin gue.